Kursus Fotografi #2: Drive Mode
Salah satu permintaan atau pertanyaan yang paling banyak disampaikan pembaca adalah tentang setting/setelan kamera. Tentang tombol yang mana melakukan apa untuk menghasilkan foto yang seperti apa. Nah belfot akan coba menguraikannya satu persatu. Kali ini tentang Drive Mode.Sebelum terlalu jauh, saya ingin membatasi artikel ini pada kamera DSLR, mirrorless dan kamera saku yang mendukung setting manual. Di kamera pro, tombol khusus biasanya tersedia untuk hampir semua fungsi setting dasar. Sementara di kamera pemula, karena jumlah tombol dibatasi supaya tidak membingungkan, fotografer harus masuk ke menu dan mengubah setelan kamera dari sana.
Ok, balik tentang Drive Mode. Drive mode adalah salah satu setting dasar kamera. Masing-masing mode tersedia untuk memberi opsi pada fotografer saat memotret jenis subjek dan kondisi pemotretan tertentu (akan dijelaskan nanti).
Mayoritas kamera memiliki setidaknya 3 setelan drive mode: Single, Continuous dan Continuous High (super cepat). Namun umumnya juga menyediakan pilihan seperti timer 2 detik dan 10 detik dan lainya.
Cara mengubah drive mode di kamera
Anda bisa mengubah drive mode dengan berbagai cara tergantung jenis dan merek kamera yang anda pakai. Contoh cara mengubah drive mode dari menu seperti ini:
Atau kalau di kamera anda tersedia tombol atau roda kendali, anda bisa mengubahnya dengan memutar roda ini:

Sementara di kamera mirrorless, drive mode tersedia seperti ini:

Drive Mode: Single Shot
Single SHot adalah pilihan default di semua kamera, jadi saat anda menayalakan kamera untuk pertama kali setelah membelinya, opsi drive mode akan berada di Single Shot. Opsi Drive Mode Single Shot ini bisa dipakai untuk mayotitas situasi pemotretan: saat memotret pemandangan (landscape), memotret pacar yang bergaya, memotret makanan sebelum diunggah ke Instagram, memotret kamer bekas yang mau dijual, memotret teman-teman yang berpose di acara kopdar dll. Pada intinya, Single Shot dipakai ketika anda memotret dalam kondisi yang biasa saja: objek yang tidak bergerak atau berpose, Keuntungan memotret di mode Single Shot ini? kita tak perlu khawatir kebanyakan mengambil foto karena untuk setiap sekali tombol shutter tertekan penuh, hanya satu foto yang dihasilkan, kebalikan dari drive mode continuous seperti di bawah ini.Drive Mode: Continuous/Burst

Dalam pilihan drive mode Continuous atau Brust, kamera akan tetap memotret dan mengambil foto secara kontinyu sepanjang kita menekan tombol shutter. Dengan mekanisme ini, kita akan sangat terbantu saat harus memotret subjek yang bergerak dengan cepat: anak-anak yang berlari tanpa arah yang jelas, memotret pertandingan futsal dll, dimana kita ingin memperoleh rentetan foto dalam urutan yang cepat. Tugas kita nantinya adalah memilih foto manakah yang dianggap terbaik dan akan dipakai karena sekarang memiliki puluhan, bahkan ratusan foto hasil dari drive mode ini.
Beberapa kamera memiliki opsi lebih jauh dalam drive mode ini: Continuous High (H) dan Continuous Low (L), kecepatan super tinggi dan kecepatan rendah.
Low: Dalam Low Continuous, kamera akan mengambil foto secara beruntun dalam kecepatan yang rendah. Opsi ini diberikan saat kita memotret subjek yang bergerak secara moderat dan kita tidak ingin kehabisan kartu memory dalam waktu singkat. Contoh: memotret lomba balap karung.
Drive Mode: Self-Timer

Mode Self Timer memberi waktu jeda antara saat tombol shutter ditekan dan saat kamera mengambil foto, biasanya akan ada 2 opsi waktu jeda: 2 detik atau 10 detik. Drive mode ini berguna saat kita tak punya teman tapi ingin berfoto, tinggal pasang kamera di tripod lalu gunakan mode Self Timer 10 detik lalu berlari ke depan kamera. Self Timer juga berguna saat anda memotret long exposure dengan kecepatan rana di atas 1 detik dan tidak ingin pencetan tangan ke tombol shutter membuat kamera bergoyang dan mengakibatkan foto tidak tajam.
Drive Mode: Remote
Dalam drive mode ini, fungsi tombol shutter akan diambil alih oleh kontrol jarak jauh (remote control), baik yang menggunakan kabel maupun yang wireless. Mode ini digunakan banyak fotografer landscape yang menggunakan remote untuk menghasilkan foto super tajam dengan memasang kamera di tripod dan tidak pernah secara langsung menyentuh tombol shutter untuk mengurangi vibrasi.Dive Mode: Silent atau Quiet

Drive mode ini berguna saat kita harus memotret di tempat yang menuntut suasana hening: acara keagamaan yang sakral dll. Dalam mode ini, kamera DSLR akan menggerakkan kotak cermin dengan lebih perlahan sehingga tidak menimbulkan suara yang keras namun kecepatan mengambil foto jadi berkurang. Kamera mirrorless yang sudah tanpa cermin akan meninggalkan shutter mekanis dan lantas menggunakan mekanisme shutter elektronik untuk menghasilkan suara yang lebih senyap dalam model Silent ini.

0 komentar